Showing 1–12 of 27 results

Topi Fashion Wanita

adalah suatu jenis penutup kepala. Penggunaan Topi dimaksudkan untuk beberapa alasan. Umumnya digunakan sebagai aksesoris pakaian. Dalam beberapa upacara seremonial dan keagamaan penggunaan topi dapat menjadi keharusan. Di dunia militer topi dapat menyatakan tingkat dan kepangkatan seorang pasukan.

Bentuk umum sebuah topi:

  • Memiliki penutup kepala bagian atas.
  • Memiliki bagian tepi. Tepi topi dapat berjumlah satu atau lebih
Sejarah Penemuan Topi
    Munculnya perkembangan topi bermula dari Thebes,salah satu daerah di negara Yunani yang terdapat di patung makam yang menunjukkan seorang pria yang mengenakan topi jerami bergaya seorang kuil.Jenis jenis topi yang pertama kali ditemukan diantaranya topi pileus,topi tengkorak sederhana,dan topi firgia yang merupakan topi yang sering digunakan oleh para budak yang dibebaskan di Yunani petasos dan Roma.

Topi Fashion Wanita pertama yang digunakan wanita pada zaman dahulu ada yang berbentuk kain seperti cadar dan kerudung serta topi dengan bahan yang mudah didapat seperti kerchiefs dan wimples.
St Clement pelindung pelindung santo menklaim dirirnya sebagai pembuat topi.Ia mengatakan bahwa ia telah menemukan wol saat ia mengisi sandalnya dengan serat rami untuk melindungi kakinya.Topi yang yang dikenakan untuk wanita yang sebenarnya dipakai oleh pria pria di istana mulai terkenal dipakai pada abad ke-16.Istilah “Topi”berasal dari kota Milan Italia,dimana topi kualitas terbaik dibuat pada abad ke-18.pembuatan topi secara tradisional dilakukan oleh wanita,dengan tidak hanya menciptakan topi juga menghiasinya dengan renda serta hiasan dan aksesoris untuk melengkapi topi tersebut

Pada paruh pertama abad ke-19,

perempuan menggunakan topi secara bertahap menjadi lebih besar dengan dihiasi bunga,pita,bulu,trim kain kasa.pada akhir abad ke-19,mulai muncul gaya baru dari bentuk topi seperti topi dengan brims lebar dan mahkota datar,pot bunga dan toque tersebut.Pada pertengahan 1920 an,perempuan perempuan saat itu kebanyakan memotong rambut mereka sehingga mereka memilih topi yang melindungi kepala mereka seperti helm.

Sejak awal abad 21,
topi flamboyan mulai berkembang pesat dan tercipta beberapa jenis topi seperti topi turban,Trompe-L’oeil,dan headpieces tinggi terbuat dari rambut manusia.